Profesi guru
menjadi fenomena di era globalisasi ini hal ini dikarenakan banyak yang
membiacarakan profesi guru baik itu dari kalangan pakar pendidikan maupun dari
luar pakar pendidikan bahkan media pun berperan aktif dalam memberikan
kontribusi mengenai potret guru – guru di Indonesia. Fenomena profesi guru ini
cepat atau lambat akan menurunkan martabat guru. Ada beberapa hal yang
menjadikan profesi guru sangat fenomena, Dibawah ini saya akan memberikan
contoh studi kasus yang menjadikan guru sebagai profesi yang fenomena.
Pada
dasarnya orang tua murid ingin seorang
memiliki kemampuan yang melebihi dari orang tuanya, jika putra/putrinya
memiliki kemampuan yang menurut orang tuanya dibawah standard dan tidak dapat
menyelesaikan persoalan yang ia hadapi sendiri dengan baik, hal ini menjadikan
orang tua murid selalu mempertayakan
kwalitas dari guru – gurunya dan cendrung mencemoohkan serta menunding guru -
gurunya tidak kompeten, tidak berkwalitas dan sebagainya.
Pada
Kalangan industri/bisnis pun memprotes profesi guru hal ini dikarenakan
kwalitas dari para lulusan dianggap kurang memuaskan bagi kepentingan
perusahaannya dan dianggap tidak mempunyai skill yang
diperlukan oleh perusahaannya. Hal ini berbeda denga sudut pandang seorang
murid khususnya di SD,SMP, dan SMA yang pada umunya selalu menghormati gurunya
hanya karena para murid ingin mendapatkan nilai yang lebih baik atau naik kelas
ataupun ingin lulus ujian akhir dengan peringkat tinggi tanpa kerja keras.
Dari
beberapa studi kasus diatas ini akan menurunkan martabat guru. Akankah demikian
Nasib mu wahai pahlawan tanpa tanda sajaku ?
Walaupun
ada beberapa yang memprotes engkau wahai guruku pahlawanku, saya yakin
dan tetap optimis bahwa profesi
yang engkau miliki lebih baik dari seorang pahlawan dan profesi
engkau miliki tidak bisa digantikan sekalipun oleh mesin yang sangat
canggih hal ini dikarenakan disamping mengajar engkau juga mempunyai tugas yang
menyangkut pembinaan mental, kerohanian dan karakter yang unik dalam artian berbeda satu dengan
yang lainnya.
Hanya
saja wahai guruku pahlawanku pengakuan masyarakat terhadap profesi yang engkau
miliki sangat rendah sebab kenyataannya masyarakat lebih mengakui profesi hakim
atau dokter lebih tinggi dibandingkan profesi engkau wahai guruku pahlawanku
hal ini dikarenakan masih adanya pandangan sebagian besar masyarakat bahwa
siapapun dapat menjadi guru asalkan dia berpengetahuan.
Seandainya
yang dijadikan ukuran tinggi rendahnya pengakuan professional tersebut adalah
keahlian dan tingkat pendidikan yang ditempuhnya, maka profesi guru pun ada
yang se-tingkat/sederajat dengan profesi lainnya bahkan ada yang lebih tinggi.
Wahai
guruku pahlawanku profesi yang engkau miliki paling mudah tercemar hanya karena
ada sebagian kecil oknum guru yang melanggar atau menyimpang dari kode etik
yang dapat mengundang reaksi dan kotroversi yang begitu hebat di masyarakat.
Hal ini di maklumi karena adanya sikap demikian menunjukan bahwa memang
engkau seyogya selalu menjadi panutan
bagi masyarakat sekitarmu wahai guruku pahlawanku.
Wahai
guruku pahlawanku engkau memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi sebagai agen
perubahan, hal ini dikarenakan engkau bisa merubah anak didik menjadi seorang
lebih pintar, lebih bermoral, serta lebih dewasa cara berpikirnya. Walaupun ada
beberapa orang yang tidak menyadari akan tanggung jawabmu ini.
Wahai
guruku pahlawanku engkau harus memiliki
kompetensi dalam melakukan proses pembelajaran dimana proses pembelajarannya
bukan mengajarkan materinya kepada siswa
melainkan bagaimana siswa dapat menguasai materi. Oleh karena itu engkau
harus memiliki keahlian dalam bidang metodologi pembelajaran.
Wahai
guruku pahlawanku engkau harus memikirkan proses pembelajaran yang sederhana
dan kreatif hal ini dikarenakan “Pengajaran yang baik akan menimbulkan
pemahaman yang maksimal”. Engkau juga harus memaknai bahwa sebanyak apapun
informasi yang engkau ajarkan akan sia sia belaka jika pendengarnya tidak
memahami makna dari informasi itu. Tentunya, lebih menyedihkannya lagi jika
kegagalan itu bukan bersumber dari mutu informasi melainkan metode pendidikan
yang asal-asalan, kaku dan membosankan.
Wahai
guruku pahlawanku janganlah engkau selalu merasa jenuh dalam memberikan
pembelajaran kepada murid – muridmu hal ini dikarenakan para murid – muridmu
akan merasakan hal yang sama dan menjadikan muridmu menjadi orang yang selalu
jenuh karena Engkau merupakan cerminan bagi murid-muridmu.
Daftar Pustaka
Rahmat,Abdul,(2009). Super Teacher. Bandung:MQS Publishing.
Rahmat,Abdul,(2009). Super Teacher. Bandung:MQS Publishing.


























