Beberapa etika profesi keguruan meliputi
bagaimana guru mampu meningkatkan pelayanannya, meningkatkan pengetahuannya,
memberikan arahan dan dorongan kepada anak didiknya. Hal lain yang perlu diperhatikan
adalah bagaimana cara guru berpakaian dan berbicara serta cara bergaul dengan
siswa, teman – temannya serta anggota masyarakatnya. Disamping memiliki etika
profesi guru juga harus memilik enam model berfikir.
Enam Model Berfikir
Guru
hanya mempunyai satu tujuan dalam hidup. Dia ingin membuat satu prestasi di
dunia dengan mengubah sekolah tempatnya mengajar menjadi sukses dan dijadikan
sebagi contoh sekolah yang berprestasi serta bertaraf internasional. Seorang
Guru seyogya menjalankan Enam model Berpikir yang berasal dari tulisan Edward
de Bono, pelopor dalam pengajaran tentang “berpikir” Enam model berpikir ini
mewakili enam cara yang sama sekali berbeda untuk melihat setiap masalah atau
situasi, Jika digabungkan ke Enam model
berpikir ini akan menjadi alat yang unggul untuk memulai dengan cepat proses
berpikir anda dan dapat meningkatkan enam kali lipat kekuatan otak anda, dengan
cara memikirkan situasi dari setiap sudut pandang berikut ini:
·
Berpikir objektif
·
Berfikir kritis
·
Berfikir positif
·
Berfikir Kreatif
·
Berfikir intuitif
·
Berfikir tentang model
Berfikir objectif secara logis memeriksa dengan teliti semua
fakta, angka, dan informasi objektif lain yang tersedia, megenai sebuah
situasi.
Berfikir kritis memerikasa sebuah
situasi dengan cermat, mencari setiap masalah yang mungkin, kemunduran,
kekurangan, dan konsekuensi negative yang dapat dihubungkan dengan sebuah
situasi
Berpikir positif meninjau sebuah
situasi dari sudut pandang positif dan hanya mencari kemungkinan solusi,
peluang, kelebihan, dan keuntungan.
Berfikir kreatif memproyeksikan
solusi kreatif, kombinasi, dan ide yang bisa memperbaiki suatu situasi
Berfikir intuitif berusaha untuk
menyesuaikan dengan reaksi lebih dalam dari situasi, “perasaan terdalam”,
bahasa hati, nuansa emosional,firasat, dan tanda – tanda lain dari alam bawah
sadar kita. Mereka menjadi sumber penuntun dan pandangan
Berfikir tentang model mengarahkan pikiran dan
perasaan anda tentang situasi dan bagaimana model-model tersebut akan mewarnai,
menyimpangkan, atau mempengaruhi pikiran tentang suatu situasi
Selain mempunyai kode etik dan
enam model berpikir diatas guru juga harus mengoptimalkan perkembangan siswa.
Ada beberapa langkah untuk mengoptimalkan perkembangan siswa yaitu sebagai
berikut
Guru harus mengenal dan memahami
siswa dengan baik, memahami tahap perkembangan telah dicapainya, kemampuan –
kemampuannya, keunggulan dan kekurangannya, hambatan yang dihadapi serta factor
– factor dominan yang mempengaruhinya. Setiap peserta didik sebagai individu
mempunyai kemampuan, kecepatan belajar, karakteristik dan problem – problem
sendiri, yang berbeda dengan individu lainnya. Perkembangan bagan yang optimal
hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan
yang diberikan oleh guru, disesuaikan dengan kondisi tersebut.
Pembelajaran yang betul betul
disesuaikan dengan perbedaan individual, dan untuk mendapatkan pelajaran yang
sesuai dengan kondisi siswa harus dilakukan dengan pendekatan yang individual
agar proses belajar mengajar tidak menjadi membosankan di dalam kelas
Pemilihan dan
penggunaan metode dan media yang bervariasi tidak sendirinya akan
mengoptimalkan perkembangan siswa. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut
perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian dorongan bantuan, pengawasan,
pengarahan, dan bimbingan dari guru. Pembimbingan ini diberikan pada saat
pembelajaran, atau di luar kegiatan pembelajaran. Jadilah Guru yang kreatif dan
penuh dengan keteguhan, kesabaran dalam mendidik murid-muridnya karena mereka
inilah yang akan menjadi generasi penerus bangsa dan mampu melanjutkan tongkat
estafet kepemimpinan dalam menjalankan roda pemerintahan.






0 komentar:
Posting Komentar