Blogroll

Minggu, 30 September 2012



Beberapa etika profesi keguruan meliputi bagaimana guru mampu meningkatkan pelayanannya, meningkatkan pengetahuannya, memberikan arahan dan dorongan kepada anak didiknya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara guru berpakaian dan berbicara serta cara bergaul dengan siswa, teman – temannya serta anggota masyarakatnya. Disamping memiliki etika profesi guru juga harus memilik enam model berfikir.

Enam Model Berfikir
                Guru hanya mempunyai satu tujuan dalam hidup. Dia ingin membuat satu prestasi di dunia dengan mengubah sekolah tempatnya mengajar menjadi sukses dan dijadikan sebagi contoh sekolah yang berprestasi serta bertaraf internasional. Seorang Guru seyogya menjalankan Enam model Berpikir yang berasal dari tulisan Edward de Bono, pelopor dalam pengajaran tentang “berpikir” Enam model berpikir ini mewakili enam cara yang sama sekali berbeda untuk melihat setiap masalah atau situasi,  Jika digabungkan ke Enam model berpikir ini akan menjadi alat yang unggul untuk memulai dengan cepat proses berpikir anda dan dapat meningkatkan enam kali lipat kekuatan otak anda, dengan cara memikirkan situasi dari setiap sudut pandang berikut ini:
·         Berpikir objektif
·         Berfikir kritis
·         Berfikir positif
·         Berfikir Kreatif
·         Berfikir intuitif
·         Berfikir tentang model

*      Berfikir Objektif
Berfikir objectif secara logis memeriksa dengan teliti semua fakta, angka, dan informasi objektif lain yang tersedia, megenai sebuah situasi.
*      Berfikir Kritis
Berfikir kritis memerikasa sebuah situasi dengan cermat, mencari setiap masalah yang mungkin, kemunduran, kekurangan, dan konsekuensi negative yang dapat dihubungkan dengan sebuah situasi
*      Berfikir Positif
Berpikir positif meninjau sebuah situasi dari sudut pandang positif dan hanya mencari kemungkinan solusi, peluang, kelebihan, dan keuntungan.
*      Berfikir Kreatif
Berfikir kreatif memproyeksikan solusi kreatif, kombinasi, dan ide yang bisa memperbaiki suatu situasi
*      Berfikir Intuitif
Berfikir intuitif berusaha untuk menyesuaikan dengan reaksi lebih dalam dari situasi, “perasaan terdalam”, bahasa hati, nuansa emosional,firasat, dan tanda – tanda lain dari alam bawah sadar kita. Mereka menjadi sumber penuntun dan pandangan

*      Berfikir Tentang Model
 Berfikir tentang model mengarahkan pikiran dan perasaan anda tentang situasi dan bagaimana model-model tersebut akan mewarnai, menyimpangkan, atau mempengaruhi pikiran tentang suatu situasi

Selain mempunyai kode etik dan enam model berpikir diatas guru juga harus mengoptimalkan perkembangan siswa. Ada beberapa langkah untuk mengoptimalkan perkembangan siswa yaitu sebagai berikut
*      Mendiagnosa kemampuan dan perkembangan siswa
Guru harus mengenal dan memahami siswa dengan baik, memahami tahap perkembangan telah dicapainya, kemampuan – kemampuannya, keunggulan dan kekurangannya, hambatan yang dihadapi serta factor – factor dominan yang mempengaruhinya. Setiap peserta didik sebagai individu mempunyai kemampuan, kecepatan belajar, karakteristik dan problem – problem sendiri, yang berbeda dengan individu lainnya. Perkembangan bagan yang optimal hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan yang diberikan oleh guru, disesuaikan dengan kondisi tersebut.
*      Memilih cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa
Pembelajaran yang betul betul disesuaikan dengan perbedaan individual, dan untuk mendapatkan pelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa harus dilakukan dengan pendekatan yang individual agar proses belajar mengajar tidak menjadi membosankan di dalam kelas
*      Kegiatan Pembibingan
Pemilihan dan penggunaan metode dan media yang bervariasi tidak sendirinya akan mengoptimalkan perkembangan siswa. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian dorongan bantuan, pengawasan, pengarahan, dan bimbingan dari guru. Pembimbingan ini diberikan pada saat pembelajaran, atau di luar kegiatan pembelajaran. Jadilah Guru yang kreatif dan penuh dengan keteguhan, kesabaran dalam mendidik murid-muridnya karena mereka inilah yang akan menjadi generasi penerus bangsa dan mampu melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dalam menjalankan roda pemerintahan.

0 komentar:

Posting Komentar