Pada semua file system di Unix, Utilitas perintah mount mengintruksikan sistem operasi bahwa sistem file siap digunakan dan mengasosiasikan pada titik tertentu dalam hierarki file system (mount point). Pada file system di Unix juga disediakan utilitas perintah umount, utilitas perintah ini berfungsi menginstruksikan file system untuk memisahkan diri dari mount poin sehingga tidak lagi dapat diakses, mount dan umount utilitas perintah yang membutuhkan root privilage (hak istimewa) kecuali file system yang didefinisikan sebagai "user mountable" di /etc/fstab (file yang hanya dapat dimodifiaksi oleh user root)
Dibawah ini saya akan mendemonstrasikan utilitas mount dan umount pada linux
Langkah pertama
Buat sebuah direktori yang akan dimount, disini saya akan buat direktori pada home dengan nama direktori /projmount, untuk lokasi dan nama direktori terserah anda
- hairul@pc-17-desktop:~$ mkdir /home/projmount
Setelah kita telah membuat direktori pada /home dengan nama direktori /projmount, langkah selanjutnya kita tampilkan direktori /projmount pada direktori home, apakah telah berhasil dibuat atau tidak
- hairul@pc-17-desktop:~$ ls /home
Gambar: Perintah ls /home
Disini telah terlihat bahwa direktori projmount pada direktori home telah berhasil dibuat, setelah kita telah membuat sebuah direktori yang akan dimount, langkah selanjutnya menampilkan drive yang telah dimount oleh file system dengan mengunakan perintah df dan untuk mengetahui apa itu df gunakan perintah whatis df. Untuk lebih jelas perhatikan langkah - langkah dibawah ini
- hairul@pc-17-desktop:~$ whatis df
Gambar: Perintah whatis df
Pada tampilan diatas telah diketahui bahwa df digunakan untuk mereport disk file system yang telah digunakan. Untuk lebih jelasnya perhatikan langkah - langkah dibawah ini
- hairul@pc-17-desktop:~$ df -l
Gambar: Perintah df
Setelah kita telah mengetahui device name dari direktori induk yang akan di buat mount langkah selanjutnya gunakan perintah mount untuk membuat mount pada direktori /home/projmount untuk membuat mount gunakan perintah mount (device name) (lokasi folder). Untuk lebih jelasnya perhatikan langkah langkah berikut ini.
- hairul@pc-17-desktop:~$ sudo mount (device name) (lokasi direktori)
- hairul@pc-17-desktop:~$ sudo mount /dev/sda3 /home/projmount
Gambar: Perintah mount pada direktori /home/projmount
Pada perintah diatas /dev/sda3 merupakan device name pada direktori / (root) untuk mengetahui device name anda gunakan perintah df -l atau lebih jelasnya gunakan perintah man df atau df --help, kemudian untuk /home/projmount merupkan lokasi direktori yang akan dimount. Untuk lebih jelas mengenai perintah df perhatikan penjelasan dibawah ini
df merupakan perintah yang digunakan untuk menampilkan ruang disk yang tersedia pada filesystem dan berisi pernyataan dari setiap file system, jika tidak ada nama device yang diberikan hanya sebuah option ( df -l ) bukan (df -l /dev/sda) maka disk yang tersedia pada file system yang akan ditampilkan. Dibawah ini option dari perintah df
Option
| Description
|
-a (all)
| Menampilkan semua file system
|
-B (blok-size)
| Menampilkan filesystem dengan menggunakan UKURAN disk
|
-h (human)
| Menampilkan filesystem dlm format yg dapat dibaca ole manusia (misalnya, 2G 234M 1K)
|
-t (type)
| Menampilkan filesystem dengan mengunakan tipe partisi
|
-T (print jenis)
| Menampilkan filesystem dengan mengunakan jenis system file
|
-V (ignore)
| Mengabaikan untuk menampilkan filesystem
|
-Help
| Menampilkan halaman bantuan dan keluar
|
-V
| Menampilkan versi informasi dan keluar
|
Menampilkan filesystem yang telah dimount
File system yang telah dimount bisa juga dilihat pada direktori /proc/mounts dan /etc/mtab. hal ini disebabkan karena filesystem yang dimount informasinya juga tersimpan pada direktori /proc/mounts dan /etc/mtab. dan untuk melihatnya gunakan perintah cat atau juga perintah less. Dibawah contoh untuk menampilkan informasi file system yang telah termount pada direktori /proc/mounts dengan mengunakan cat /proc/mounts dan less /proc/mounts.
- hairul@pc-17-desktop:~$ sudo cat /proc/mounts
Gambar: Perintah cat /proc/mount
- hairul@pc-17-desktop:~$ less /proc/mount
Gambar: Perintah less /proc/mount
Tetapi pada dasarnya informasi mount juga bisa dilihat pada direktori /etc/mtab. untuk menampilkan informasinya sama halnya dengan diatas yaitu dengan mengunakan perintah cat atau dengan mengunakan perintah less untuk mem buktikannya perhatikan langkah dibawah ini
- hairul@pc-17-desktop:~$ cat /etc/mtab
Gambar: Perintah cat /etc/mtab
- hairul@pc-17-desktop:~$ less /etc/mtab
Gambar: Perintah less /etc/mtab
Pada dasarnya juga untuk menampilkan file system yang telah termount ada juga cara yang sangat sederhana dan paling umum yaitu dengan mengunakan perintah mount tanpa pernyataan device name dan lokasi direktori hanya mengunakan grep. Dibawah ini contoh perintah paling umum yang saya katakan diatas.
- hairul@pc-17-desktop:~$ mount | grep (device name)
- hairul@pc-17-desktop:~$ mount | grep /dev/sda3
Gambar: Perintah mount | grep /dev/sda3
Pada perintah diatas yaitu menampilkan disk yang telah termount dari file system pada device name /dev/sda3. hal ini di sebabkan karena kita mengunakan perintah grep, perintah grep digunakan untuk mencocokan pola yang sesuai pada peryataan dalam perintah grep
Balik lagi ke pembahasan diatas yang telah saya katakan bahwa informasi mengenai mount telah dapat dilihat pada direktori /proc/mounts tetapi /proc/mounts bukan sebuah file di hard disk hanya merupakan sebuah informasi yang datang dari kernel. Informasi mount juga terdapat pada /etc/mtab tetapi informasi mount pada /etc/mtab merupakan file yang tidak di perbaharui oleh kernel. File /etc/mtab hanya di kelola oleh perintah mount jangan mengedit perintah mount pada direktori /etc/mtab tanpa mengetahui lebih dalam lagi mengenai perintah mount. Perintah mount pada /etc/mtab juga dapat dilihat dengan mencocokan device name yang telah diketahui. Dibawah ini contoh menampilkan perintah mount dengan mencocokan device name yang telah saya ketahui pada komputer yang saya miliki ini.
- hairul@pc-17-desktop:~$ cat /etc/mtab | grep /dev/sda
Gambar: Perintah /etc/mtab | grep /dev/sda
Seperti yang telah saya katakan diatas bahwa untuk menampilkan file system dengan mudah maka gunakan perintah df. Perintah df ini dapat juga ditambahkan dengan option -h untuk menampilkan informasi file system yang digunakan dengan mudah untuk dibaca oleh manusia (misalnya, 2G 234M 1K). Dibawah ini contoh dari perintah df dan df -h
- hairul@pc-17-desktop:~$ df
Gambar: Perintah df
- hairul@pc-17-desktop:~$ df -h
Gambar: Perintah df -h
Pada tampilan diatas telah terlihat perbedaan dari kedua file, perbedaanya yaitu pada perintah df hanya menampilkan 1-K blok secara umum informasi belum dapat diketahui berapa kapasitas hard disk yang ada pada partisi tersebut sedangkan pada perintah df -h telah terlihat bahwa kapasitas yang ditampilkan dalam bentuk MB dan GB sehingga mudah dibaca oleh kebanyakan user
Dibawah ini description dari df
Option
| Description
|
-a (all)
| Menampilkan semua ukuran file, bukan hanya direktori
|
-h (human)
| Menampilkan ukuran disk dlm format yg dapat dibaca ole manusia (misalnya, 2G 234M 1K)
|
-Help
| Menampilkan halaman bantuan dan keluar
|
-V
| Menampilkan versi informasi dan keluar
|
Command du
Perintah du juga dapat menampilkan informasi mengenai pengunaan disk pada file dan direktori untuk mengetahui secara singkat mengenai perintah du gunakan perintah whatis du dan untuk mengetahui informasi lengkap mengenai perintah du gunakan perintah man du. Dibawah ini contoh perintah whatis du dan man du
- hairul@pc-17-desktop:~$ whatis du
Gambar: Perintah whatis du
- hairul@pc-17-desktop:~$ man du
Gambar: Perintah du
Perintah du juga sama halnya dengan perintah df -h tetapi untuk perintah du ditambahkan -sh. -s digunakan untuk menampilkan total ukuran dan -h digunakan untuk menampilkan kapasitas disk dengan informasi yang mudah dibaca oleh user. Dibawah ini contoh perintah du
- hairul@pc-17-desktop:~$du -sh /coba
Gambar: perintah du -sh /coba
Pada tampilan diatas telah terlihat bahwa direktori /coba memiliki kapasitas 4.0K. kapasitas di rektori ini sangat kecil hal ini dikarenakan direktori /coba baru saja saya buat. Anda juga bisa mengunakan perintah du -sh pada direktori lain
Permanent Mount
Mount permanent merupakan cara untuk memount secara otomatis direktori yang akan dibuat mount. Pada dasarnya yang telah kita lakukan pada praktikum diatas merupakan mount manual, Ada baiknya kita melakukan mount permanent agar pada saat boot awal pada sistem operasi maka direktori yang akan dibuat mount secara permanent akan ditampilkan secara otomatis, tetapi sebelum membuat mount secara permanent terlebih dahulu kita harus mengetahui direktori apa yang telah termount dari file system dan akan dibuat mount, jika belum termount dari filesystem maka buatlah mountnya terlebih dahulu. Dibawah ini contoh untuk membuat mount permanent
- hairul@pc-17-desktop:~$ df -l
Gambar: Perintah df -l
Pada tampilan diatas saya ingin mendapatkan informasi direktori apa yang telah di mount pada filesystem saya. Disini saya akan membuat mount permanent pada direktori yang telah termount yaitu pada direktori /home/projmount. Untuk membuat mount tambahkan (device name) (lokasi direktori) (tipe filesystem) (default) (0 0). untuk lebih jelas perhatikan gambar dibawah ini
- hairul@pc-17-desktop:~$ sudo nano /etc/fstab
Gambar: Perintah nano /etc/fstab
Pada tampilan diatas kita melakukan edit pada /etc/fstab kemudian save, setelah itu buat umount pada direktori yang telah di mount, kemudian direstart dan lihatlah apakah direktori /home/projmount masih termount setelah direstart. Dibawah ini gambar setelah saya umount dan kemudian restart
- hairul@pc-17-desktop:~$ sudo umount /dev/sda3 /home/projmount22
- hairul@pc-17-desktop:~$ sudo reboot
Setelah itu tampilkan informasi disk kembali dengan mengunakan df -l. Dibawah ini tampilan setelah saya melakukan umount pada direktori /home/projmount. pada tampilan direktori /home/projmount. Pada informasi yang saya dapat bahwa direktori /home/projmount masih termount setelah saya restart.
Security Mount ( Mengamankan mount )
Untuk mengamankan mount file system, anda dapat juga mengunakan mount option seperti ro, noexec, nosuid, dan noacl. Untuk lebih jelas mengenai option diatas perhatikan pembahasan dibawah ini.
Mount option ro
Mount option ini digunakan untuk read only atau memount direktori dengan hanya digunakan untuk dibaca tetapi tidak dapat ditulis, option ini dapat berguna untuk mencegah dari user lain untuk menulis direktori yang telah dimount. Dibawah ini contoh dari perintah mount option ro.
- hairul@pc-17-desktop:~$ mount -t ext2 -o ro /dev/hdb1 /home/project42