Blogroll

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 27 Juni 2012

All About Universal Unique Identifier (UUID)

Universally Unique Identifier (UUID) merupakan standard identifier yang digunakan kontruksi perangkat lunak Open software foundation (OSF) sebagai bagian dari distributed computer environment (DCE). UUID juga terdapat pada direktori /etc/fstab pada direktori tersebut anda juga mungkin melihat entry seperti UUID=62fa5eac-3df4-448d-a576-916dd5b432f2. Entry ini bukan sebagai penunjuk device name seperti, /dev/hda1, tetapi entry ini disebut identifier unik (UUID) atau lebih jelasnya merupakan kode identifikasi unik yang diberikan oleh sistem. UUID juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi DVD drive, Removable media (USB drive) dan seluruh partisi pada hard drive anda


How to use UUID ?

Ada beberapa cara untuk menemukan UUID anda pada file system, diantaranya yaitu sbb:
Menampilkan utility UUID dengan mengunakan vol_id.
  • root@laika:~# vol_id --uuid /dev/sda1
        825d4b79-ec40-4390-8a71-9261df8d4c82 

Diatas terlihat hanya UUID dari device name /dev/sda1, tetapi utility untuk menampilkan UUID dengan mengunakan vol_id telah deprecated (usang) jadi utility ini tidak dapat lagi di gunakan untuk menampilkan UUID, Utility ini telah usang seperti yang saya kutip pada http://ubuntuforums.org seperti ini
* Update to GIT HEAD:
- vol_id removed, rules converted to using blkid
untuk informasinya disini 

Pada penjelasan forum diatas menyatakan Update pengetahuan anda vol_id telah diremove gunakan blkid, Pada peryataan diatas anda tidak dapat lagi mengunakan utility vol_id untuk menampilkan UUID yang ada pada file system anda tetapi anda dapat mengunakan blkid. Dibawah ini gambar dari penjelasan diatas
  • hairul@hairul-pc:~$ vol_id --uuid /dev/sda1
  • hairul@hairul-pc:~$ sudo blkid
 
Gambar: Perintah vol_id --uuid /dev/sda1
Perintah  blkid

Pada perintah vol_id --uuid /dev/sda1 terdapat report command not found hal ini dikarenakan karena perintah vol_id uuid /dev/sda1 telah usang seperti pada penjelasan diatas dan pada perintah blkid di tampilkan UUID dari berbagai partisi yang ada.

Anda juga dapat mengunakan tune2fs untuk menampilkan UUID anda pada filesystem anda.
Dibawah ini gambar perintah tune2fs


Gambar: Perintah tune2fs

command tune2fs memungkinkan administrator sistem untuk mengatur berbagai parameter file system anda, pada unix file system parameter seperti ext2,ext3,ext4 nilai dari uuid dapat ditampilkan dengan mengunakan option -l pada perintah tune2fs. 
Pada tampilan diatas terdapat dua device name saya yaitu: /sda5 dan /sda1 pada kedua device name saya telah terlihat  UUID-nya. UUID juga terdapat pada direktori /etc/fstab anda dapat menemukan UUID anda pada direktori tersebut dengan mengunakan perintah grep UUID /etc/fstab. Dibawah ini contoh dari perintah UUID.
  • hairul@hairul-pc:~$ grep UUID /etc/fstab 
Gambar: Perintah grep UUID /etc/fstab

How to Practice UUID and filesystem
1. Find the uuid of one of your ext3 partitions with tune2fs and vol_id.
Pada pertayaan di atas anda diharuskan mencari uuid dari device name anda dengan mengunakan tune2fs dan vol_id, karena vol_id sudah usang maka saya tidak dapat menampilkan UUID dengan mengunakan perintah ini. Saya hanya dapat mengunakan perintah tune2fs tetapi anda dapat juga  mengunakan perintah blkid dan sebelumnya saya mohon maaf untuk perintah blkid anda dapat melakukannya sendiri. Dibawah ini contoh perintah tune2fs

Gambar: Perintah tune2fs -l /dev/sda1 | grep UUID

2. Use this uuid in /etc/fstab and test that it works with a simple mount

Pada perintah diatas anda diharuskan menampilkan uuid pada direktori /etc/fstab dan lihatlah apakah bekerja dengan memount sederhana. Dibawah ini perintah untuk menampilkan UUID pada direktori /etc/fstab.


Gambar: Perintah /etc/fstab




3. (optional) Test it also by removing a disk (so the device name is changed). You can edit settings in vmware/Virtualbox to remove a hard disk
Pada pertayaan diatas anda diharuskan memilih untuk menghapus disk kemudian menganti device name anda anda dapat melakukannya pada seetingan Virtual Box untuk menghapus hard disknya jika anda mengunakan Virtual Box
karena disini saya tidak mengunakan VBOX jadi saya tidak dapat menjawab pertayaan di atas


Kamis, 14 Juni 2012

How to practice mounting linux

1. Mount the small 200MB partition on /home/project22.


Untuk menjawab pertayaan diatas terlebih dahulu kita harus membuat direktori /project22 kedalam direktori /home, setelah itu tampilkan report file system yang ada dengan mengunakan perintah df -h. Perintah df -h ini digunakan untuk menampilkan report filesystem yang ada sedangkan option -h digunakan untuk menampilkan format size yang mudah dibaca contoh (1k, 123M, 2GB). Dibawah ini contoh dari perintah diatas

  • pc-04@pc-04-desktop:~$ mkdir /home/project22
  • pc-04@pc-04-desktop:~$ ls

Gambar: Perintah ls /home

Pada tampilan diatas telah terlihat bahwa direktori /project22, langkah selanjutnya menampilkan report file system yang ada dengan mengunakan perintah df -h, atau dengan perintah df -a. Dibawah ini report file system yang ada pada komputer saya
  • pc-04@pc-04-desktop:~$ df -h
 Gambar: Perintah df -h

Setelah kita telah mengetahui device name dari hard disk yang kita gunakan, langkah selanjutnya buat mount pada direktori /home/project22 yang baru kita buat tadi, Dibawah ini contoh dari perintah mount
  • pc-04@pc-04-desktop:~$ sudo mount (Device name) (lokasi folder)
  • pc-04@pc-04-desktop:~$ sudo mount /dev/sda3  /home/project22


 Gambar: Perintah membuat mount

Setelah kita telah berhasil membuat mount, langkah selanjutnya menampilkan kembali partisi yang ada pada file system kita dengan mengunakan df -h Dibawah ini tampilan pada file system saya setelah dimount
  • pc-04@pc-04-desktop:~$ df -l
Gambar: Perintah df -h

Pada tampilan diatas telah terlihat bahwa /home/project22 telah termount pada file system
2. Mount the big 400MB primary partition on /mnt, the copy some files to it
(everything in /etc). Then umount, and mount the file system as read only on /srv/
nfs/salesnumbers. Where are the files you copied ?

Pertayaan diatas kita diharuskan membuat mount pada direktori /mnt kemudian kita di haruskan menyalin file pada direktori /etc ke /mnt  setelah itu di umount, Untuk lebih jelasnya lihat tampilan dibawah ini
  • hairul@pc-04-desktop:~$ df -h
  • hairul@pc-04-desktop:~$ sudo mount /dev/sdb1 /mnt
Gambar: Perintah mount /dev/sdb1 /mnt

Setelah dibuat mount dari removable disk dengan nama device /dev/sdb 1 dengan direktori /mnt langkah selanjutnya copy file pada direktori /etc ke /mnt Dibawah ini contoh dari copy fle pada direktori /mnt ke /etc

  • hairul@pc-17-desktop:~$ cp -r /etc /mnt

Gambar: Perintah copy file

Setelah di copy, tampilkan directori /mnt apakah direktori /etc telah tercopy pada direktori /mnt, untuk menampilkan direktori /etc gunakan perintah ls -a. Dibawah ini contoh perintah dari ls -a /mnt
  • hairul@pc-17-desktop:~$ ls -a

Gambar: Perintah ls -a /mnt

Pada tampilan diatas telah terlihat bahwa direktori /etc telah Setelah selesai membuat mount pada direktori /mnt, langkah selanjutnya gunakan printah umount pada direktori /mnt yang telah termount tadi, setelah di umount langkah selanjtunya tampilkan file pada direktori /mnt apakah masih terdapat direktori /etc atau tidak. Untuk lebih jelasnya perhatikan langkah - langkah berikut ini
  • hairul@pc-17-desktop:~$ df -l
  • hairul@pc-17-desktop:~$ sudo umount /dev/sdb1 /mnt

Pada tampilan diatas telah terlihat bahwa /mnt telah di umount, langkah selanjutnya tampilkan direktori /mnt, apakah masih terdapat direktori /etc didalamnya. Untuk lebih memahami perhatikan dibawah ini.
  • hairul@pc-17-desktop:~$ ls /mnt

Gambar: Perintah ls /mnt

 Pada tampilan diatas telah terlihat bahwa direktori /etc tidak ada pada direktori /mnt setelah kita melakukan umount, kenapa hal itu bisa terjadi ? Ini dikarenakan pada saat kita melakukan umount pada direktori /mnt maka filesystem pada direktori /mnt memisahkan diri dari sistem operasi

Setelah itu kita diharuskan membuat direktori /srv/nfs/salesnumbers pada direktori root, setelah selesai membuat direktori /srv/nfs/salesnumbers langkah selanjutnya buatlah mount pada direktori tersebut. Untuk lebih jelasnya perhatikan langkah - langkah berikut ini.
  • hairul@pc-17-desktop:~$ sudo mkdir -p /srv/nfs/salesnumbers
  • hairul@pc-17-desktop:~$ sudo mount /dev/sdb1 /srv/nfs/salesnumbers
Gambar: Perintah mount pada direktori 
/srv/nfs/salesnumbers


3. Verify your work with fdisk, df and mount. Also look in /etc/mtab and /proc/
mounts
Langkah selenjutnya
Verifikasi pekerjaan anda apakah telah berhasil membuat mount pada direktori /mnt, untuk memverifikasi apakah telah berhasil membuat mount atau tidak maka gunakan perintah df -h, untuk menampilkan report apakah /srv/nfs/salesnumbers telah termount dari file system
  • hairul@pc-17-desktop:~$ df -h

 Pada tampilan diatas telah terlihat bahwa direktori /srv/nfs/salesnumbers telah termount dari file system dan terdapat pada drive /dev/sda3

4. Make both mounts permanent, test that it works.

Untuk membuat mounts secara permanent maka tambahkan file pada direktri /etc/fstab sebagai berikut (device name) (lokasi folder) (auto defaults 0 0)











How To Mounting in Linux 10.04

Pada semua file system di Unix, Utilitas perintah mount mengintruksikan sistem operasi bahwa sistem file siap digunakan dan mengasosiasikan pada titik tertentu dalam hierarki file system (mount point).  Pada file system di Unix juga disediakan utilitas perintah umount, utilitas perintah ini berfungsi menginstruksikan file system untuk memisahkan diri dari mount poin sehingga tidak lagi dapat diakses, mount dan umount utilitas perintah yang membutuhkan root privilage (hak istimewa) kecuali file system yang didefinisikan sebagai "user mountable" di /etc/fstab (file yang hanya dapat dimodifiaksi oleh user root)

Dibawah ini saya akan mendemonstrasikan utilitas mount dan umount pada linux

Langkah pertama
Buat sebuah direktori yang akan dimount, disini saya akan buat direktori pada home dengan nama direktori /projmount, untuk lokasi dan nama direktori terserah anda
  • hairul@pc-17-desktop:~$ mkdir /home/projmount
 Setelah kita telah membuat direktori pada /home dengan nama direktori /projmount, langkah selanjutnya kita tampilkan direktori /projmount pada direktori home, apakah telah berhasil dibuat atau tidak 
  • hairul@pc-17-desktop:~$ ls /home
Gambar: Perintah ls /home

Disini telah terlihat bahwa direktori projmount pada direktori home telah berhasil dibuat, setelah kita telah membuat sebuah direktori yang akan dimount, langkah selanjutnya menampilkan drive yang telah dimount oleh file system  dengan mengunakan perintah df dan untuk mengetahui apa itu df gunakan perintah whatis df. Untuk lebih jelas perhatikan langkah - langkah dibawah ini

  • hairul@pc-17-desktop:~$ whatis df
 Gambar: Perintah whatis df

Pada tampilan diatas telah diketahui bahwa df digunakan untuk mereport disk file system yang telah digunakan. Untuk lebih jelasnya perhatikan langkah - langkah dibawah ini
 
  • hairul@pc-17-desktop:~$ df -l
 Gambar: Perintah df

Setelah kita telah mengetahui device name dari direktori induk yang akan di buat mount langkah selanjutnya gunakan perintah mount untuk membuat mount pada direktori /home/projmount untuk membuat mount gunakan perintah mount (device name) (lokasi folder). Untuk lebih jelasnya perhatikan langkah langkah berikut ini.
  • hairul@pc-17-desktop:~$ sudo mount (device name) (lokasi direktori)
  • hairul@pc-17-desktop:~$ sudo mount /dev/sda3 /home/projmount
Gambar: Perintah mount pada direktori /home/projmount

Pada perintah diatas /dev/sda3 merupakan device name pada direktori / (root) untuk mengetahui device name anda gunakan perintah df -l atau lebih jelasnya gunakan perintah man df atau df --help, kemudian untuk  /home/projmount merupkan lokasi direktori yang akan dimount. Untuk lebih jelas mengenai perintah df perhatikan penjelasan dibawah ini

df merupakan perintah yang digunakan untuk menampilkan ruang disk yang tersedia pada filesystem dan berisi pernyataan dari setiap file system, jika tidak  ada nama device yang diberikan hanya sebuah option ( df -l ) bukan (df -l /dev/sda) maka disk yang tersedia pada file system yang akan ditampilkan. Dibawah ini option dari perintah df

Option
Description
-a (all)
Menampilkan semua file system
-B (blok-size)
Menampilkan filesystem dengan menggunakan UKURAN disk
-h (human)
Menampilkan filesystem dlm format yg dapat dibaca ole manusia (misalnya, 2G 234M 1K)
-t (type)
Menampilkan filesystem dengan mengunakan tipe partisi
-T (print jenis)
Menampilkan filesystem dengan mengunakan jenis system file
-V (ignore)
Mengabaikan untuk menampilkan filesystem
-Help
Menampilkan halaman bantuan dan keluar
-V
Menampilkan versi informasi dan keluar

Menampilkan filesystem yang telah dimount
File system yang telah dimount bisa juga dilihat pada direktori /proc/mounts dan /etc/mtab. hal ini disebabkan karena filesystem yang dimount informasinya juga tersimpan pada direktori /proc/mounts dan /etc/mtab. dan untuk melihatnya gunakan perintah cat atau juga perintah less. Dibawah contoh untuk menampilkan informasi file system yang telah termount pada direktori /proc/mounts dengan mengunakan cat /proc/mounts dan less /proc/mounts.
  • hairul@pc-17-desktop:~$ sudo cat /proc/mounts
Gambar: Perintah cat /proc/mount

  • hairul@pc-17-desktop:~$ less /proc/mount
Gambar: Perintah less /proc/mount

Tetapi pada dasarnya informasi mount juga bisa dilihat pada direktori /etc/mtab. untuk menampilkan informasinya sama halnya dengan diatas yaitu dengan mengunakan perintah cat atau dengan mengunakan perintah less untuk mem buktikannya perhatikan langkah dibawah ini
  • hairul@pc-17-desktop:~$ cat /etc/mtab
Gambar: Perintah cat /etc/mtab

  • hairul@pc-17-desktop:~$ less /etc/mtab
 
Gambar: Perintah less /etc/mtab

Pada dasarnya juga untuk menampilkan file system yang telah termount ada juga cara yang sangat sederhana dan paling umum yaitu dengan mengunakan perintah mount tanpa pernyataan device name dan lokasi direktori hanya mengunakan grep. Dibawah ini contoh perintah paling umum yang saya katakan diatas.
  • hairul@pc-17-desktop:~$ mount | grep (device name)
  • hairul@pc-17-desktop:~$ mount | grep /dev/sda3
Gambar: Perintah mount | grep /dev/sda3

Pada perintah diatas yaitu  menampilkan disk yang telah termount dari file system pada device name /dev/sda3. hal ini di sebabkan karena kita mengunakan perintah grep, perintah grep digunakan untuk mencocokan pola yang sesuai pada peryataan dalam perintah grep

Balik lagi ke pembahasan diatas yang telah saya katakan bahwa informasi mengenai mount telah dapat dilihat pada direktori /proc/mounts tetapi /proc/mounts bukan sebuah file di hard disk hanya merupakan sebuah informasi yang datang dari kernel. Informasi mount juga terdapat pada /etc/mtab tetapi informasi mount pada /etc/mtab merupakan file yang tidak di perbaharui oleh kernel. File /etc/mtab hanya di kelola oleh perintah mount jangan mengedit perintah mount pada direktori /etc/mtab tanpa mengetahui lebih dalam lagi mengenai perintah mount. Perintah mount pada /etc/mtab juga dapat dilihat dengan mencocokan device name yang telah diketahui. Dibawah ini contoh menampilkan perintah mount dengan mencocokan device name yang telah saya ketahui pada komputer yang saya miliki ini.
  • hairul@pc-17-desktop:~$ cat /etc/mtab | grep /dev/sda

Gambar: Perintah /etc/mtab | grep /dev/sda

Seperti yang telah saya katakan diatas bahwa untuk menampilkan file system dengan mudah maka gunakan perintah df. Perintah df ini dapat juga ditambahkan dengan option -h untuk menampilkan informasi file system yang digunakan dengan mudah untuk dibaca oleh manusia (misalnya, 2G 234M 1K). Dibawah ini contoh dari perintah df dan df -h
  • hairul@pc-17-desktop:~$ df
Gambar: Perintah df
 
  • hairul@pc-17-desktop:~$ df -h

Gambar: Perintah df -h

Pada tampilan diatas telah terlihat perbedaan dari kedua file, perbedaanya yaitu pada perintah df hanya menampilkan 1-K blok secara umum informasi belum dapat diketahui berapa kapasitas hard disk yang ada pada partisi tersebut sedangkan pada perintah df -h telah terlihat bahwa kapasitas yang ditampilkan dalam bentuk MB dan GB sehingga mudah dibaca oleh kebanyakan user

Dibawah ini description dari df
Option
Description
-a (all)
Menampilkan semua ukuran file, bukan hanya direktori
-h (human)
Menampilkan ukuran disk dlm format yg dapat dibaca ole manusia (misalnya, 2G 234M 1K)
-Help
Menampilkan halaman bantuan dan keluar
-V
Menampilkan versi informasi dan keluar


Command du
Perintah du juga dapat menampilkan informasi mengenai pengunaan disk pada file dan direktori untuk mengetahui secara singkat mengenai perintah du gunakan perintah whatis du dan untuk mengetahui informasi lengkap mengenai perintah du gunakan perintah man du. Dibawah ini contoh perintah whatis du dan man du
  • hairul@pc-17-desktop:~$ whatis du
Gambar: Perintah whatis du

  • hairul@pc-17-desktop:~$ man du
Gambar: Perintah du

Perintah du juga sama halnya dengan perintah df -h tetapi untuk perintah du ditambahkan -sh. -s digunakan untuk menampilkan total ukuran dan -h digunakan untuk menampilkan kapasitas disk dengan informasi yang mudah dibaca oleh user. Dibawah ini contoh perintah du
  • hairul@pc-17-desktop:~$du -sh /coba
Gambar: perintah du -sh /coba

Pada tampilan diatas telah terlihat bahwa direktori /coba memiliki kapasitas 4.0K. kapasitas di rektori ini sangat kecil hal ini dikarenakan direktori /coba baru saja saya buat. Anda juga bisa mengunakan perintah du -sh pada direktori lain

Permanent Mount
Mount permanent merupakan cara untuk memount secara otomatis direktori yang akan dibuat mount. Pada dasarnya yang telah kita lakukan pada praktikum diatas merupakan mount manual, Ada baiknya kita melakukan mount permanent agar pada saat boot awal pada sistem operasi maka direktori yang akan dibuat mount secara permanent akan ditampilkan secara otomatis, tetapi sebelum membuat mount secara permanent terlebih dahulu kita harus mengetahui  direktori apa yang telah termount dari file system dan akan dibuat mount, jika belum termount dari filesystem maka buatlah mountnya terlebih dahulu. Dibawah ini contoh untuk membuat mount permanent

  • hairul@pc-17-desktop:~$ df -l
Gambar: Perintah df -l

Pada tampilan diatas saya ingin mendapatkan informasi direktori apa yang telah di mount pada filesystem saya. Disini saya akan membuat mount permanent pada direktori yang telah termount yaitu pada direktori /home/projmount. Untuk membuat mount tambahkan (device name) (lokasi direktori) (tipe filesystem) (default) (0 0). untuk lebih jelas perhatikan gambar dibawah ini
  • hairul@pc-17-desktop:~$ sudo nano /etc/fstab
Gambar: Perintah nano /etc/fstab

Pada tampilan diatas kita melakukan edit pada /etc/fstab kemudian save, setelah itu buat umount pada direktori yang telah di mount, kemudian direstart dan lihatlah apakah direktori /home/projmount masih termount setelah direstart. Dibawah ini gambar setelah saya umount dan kemudian restart
  • hairul@pc-17-desktop:~$ sudo umount /dev/sda3 /home/projmount22
  • hairul@pc-17-desktop:~$ sudo reboot

Setelah itu tampilkan informasi disk kembali dengan mengunakan df -l. Dibawah ini tampilan setelah saya melakukan umount pada direktori /home/projmount. pada tampilan direktori /home/projmount. Pada informasi yang saya dapat bahwa direktori /home/projmount masih termount setelah saya restart. 


Security Mount ( Mengamankan mount )
Untuk mengamankan mount file system, anda dapat juga mengunakan mount option seperti ro, noexec, nosuid, dan noacl. Untuk lebih jelas mengenai option diatas perhatikan pembahasan dibawah ini.
 
Mount option ro
Mount option ini digunakan untuk read only atau memount direktori dengan hanya digunakan untuk dibaca tetapi tidak dapat ditulis, option ini dapat berguna untuk mencegah dari user lain untuk menulis direktori yang telah dimount. Dibawah ini contoh dari perintah mount option ro.
  • hairul@pc-17-desktop:~$ mount -t ext2 -o ro /dev/hdb1 /home/project42