Blogroll

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 08 Oktober 2012

Guru Ku Pahlawan Ku


Profesi guru menjadi fenomena di era globalisasi ini hal ini dikarenakan banyak yang membiacarakan profesi guru baik itu dari kalangan pakar pendidikan maupun dari luar pakar pendidikan bahkan media pun berperan aktif dalam memberikan kontribusi mengenai potret guru – guru di Indonesia. Fenomena profesi guru ini cepat atau lambat akan menurunkan martabat guru. Ada beberapa hal yang menjadikan profesi guru sangat fenomena, Dibawah ini saya akan memberikan contoh studi kasus yang menjadikan guru sebagai profesi yang fenomena.
                Pada dasarnya  orang tua murid ingin seorang memiliki kemampuan yang melebihi dari orang tuanya, jika putra/putrinya memiliki kemampuan yang menurut orang tuanya dibawah standard dan tidak dapat menyelesaikan persoalan yang ia hadapi sendiri dengan baik, hal ini menjadikan orang tua  murid selalu mempertayakan kwalitas dari guru – gurunya dan cendrung mencemoohkan serta menunding  guru  - gurunya tidak kompeten, tidak berkwalitas dan sebagainya.
                Pada Kalangan industri/bisnis pun memprotes profesi guru hal ini dikarenakan kwalitas dari para lulusan dianggap kurang memuaskan bagi kepentingan perusahaannya   dan dianggap tidak mempunyai skill yang diperlukan oleh perusahaannya. Hal ini berbeda denga sudut pandang seorang murid khususnya di SD,SMP, dan SMA yang pada umunya selalu menghormati gurunya hanya karena para murid ingin mendapatkan nilai yang lebih baik atau naik kelas ataupun ingin lulus ujian akhir dengan peringkat tinggi tanpa kerja keras.
                Dari beberapa studi kasus diatas ini akan menurunkan martabat guru. Akankah demikian Nasib mu wahai pahlawan tanpa tanda sajaku ?
                Walaupun ada beberapa  yang memprotes  engkau wahai guruku pahlawanku, saya  yakin  dan tetap optimis bahwa profesi  yang engkau miliki lebih baik dari seorang pahlawan  dan profesi  engkau miliki tidak bisa digantikan sekalipun oleh mesin yang sangat canggih hal ini dikarenakan disamping mengajar engkau juga mempunyai tugas yang menyangkut pembinaan mental, kerohanian dan karakter  yang unik dalam artian berbeda satu dengan yang lainnya.  
                Hanya saja wahai guruku pahlawanku pengakuan masyarakat terhadap profesi yang engkau miliki sangat rendah sebab kenyataannya masyarakat lebih mengakui profesi hakim atau dokter lebih tinggi dibandingkan profesi engkau wahai guruku pahlawanku hal ini dikarenakan masih adanya pandangan sebagian besar masyarakat bahwa siapapun dapat menjadi guru asalkan dia berpengetahuan.
                Seandainya yang dijadikan ukuran tinggi rendahnya pengakuan professional tersebut adalah keahlian dan tingkat pendidikan yang ditempuhnya, maka profesi guru pun ada yang se-tingkat/sederajat dengan profesi lainnya bahkan ada yang lebih tinggi.
                Wahai guruku pahlawanku profesi yang engkau miliki paling mudah tercemar hanya karena ada sebagian kecil oknum guru yang melanggar atau menyimpang dari kode etik yang dapat mengundang reaksi dan kotroversi yang begitu hebat di masyarakat. Hal ini di maklumi karena adanya sikap demikian menunjukan bahwa memang engkau  seyogya selalu menjadi panutan bagi masyarakat sekitarmu wahai guruku pahlawanku.
                Wahai guruku pahlawanku engkau memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi sebagai agen perubahan, hal ini dikarenakan engkau bisa merubah anak didik menjadi seorang lebih pintar, lebih bermoral, serta lebih dewasa cara berpikirnya. Walaupun ada beberapa orang yang tidak menyadari akan tanggung jawabmu ini.
                Wahai guruku pahlawanku engkau  harus memiliki kompetensi dalam melakukan proses pembelajaran dimana proses pembelajarannya bukan mengajarkan materinya kepada siswa  melainkan bagaimana siswa dapat menguasai materi. Oleh karena itu engkau harus memiliki keahlian dalam bidang metodologi pembelajaran.
                Wahai guruku pahlawanku engkau harus memikirkan proses pembelajaran yang sederhana dan kreatif hal ini dikarenakan “Pengajaran yang baik akan menimbulkan pemahaman yang maksimal”. Engkau juga harus memaknai bahwa sebanyak apapun informasi yang engkau ajarkan akan sia sia belaka jika pendengarnya tidak memahami makna dari informasi itu. Tentunya, lebih menyedihkannya lagi jika kegagalan itu bukan bersumber dari mutu informasi melainkan metode pendidikan yang asal-asalan, kaku dan membosankan.
                Wahai guruku pahlawanku janganlah engkau selalu merasa jenuh dalam memberikan pembelajaran kepada murid – muridmu hal ini dikarenakan para murid – muridmu akan merasakan hal yang sama dan menjadikan muridmu menjadi orang yang selalu jenuh karena Engkau merupakan cerminan bagi murid-muridmu.


Daftar Pustaka
Rahmat,Abdul,(2009). Super Teacher. Bandung:MQS Publishing.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Seperti pada tulisan tulisan saya sebelumnya, Sebelum Melakukan sesuatu ada baiknya kita mengetahui seluk beluk Sesuatu yang akan kita kerjakan. Begitu juga dengan Dns server. Mungkin bagi para Master Master it sudah Mengetahui tentang Dns server, Tapi Bagi pemula Pasti sangat Membutuhkan Informasi seputar Dns Server,Baik dari Segi kegunaan, Instalasi, Dan konfigurasi.
langkah langkahnya adalah sebagai berikut .. Sebelum memulai baca Bismillah Dulu yah
1. instalasi bind9 untuk dns caranya
iksan@iksan:~$ sudo apt-get install bind9
2. edit file  /etc/bind/named.conf.default-zones
iksan@iksan:~$ nano /etc/bind/named.conf.default-zones
3. Tambahkan script ini
zone “inkubator.info” {
type master;
file “/etc/bind/db.ink”;
};
zone “192.168.20.6.in-addr.arpa” {
type master;
file “/etc/bind/db.192″;
4.  perlu di ingat bahwa nama “inkubator.info” bisa di ganti dengan nama
domain yang anda inginkan begitu pun “192.168.20.6″  harus sesuai
dengan ip pada komputer anda ..
5.   kemudian lakukan perintah berikut
iksan@iksan:~$ sudo cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.ink
iksan@iksan:~$ sudo cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.192
6.  setelah itu edit file db.ink
iksan@iksan:~$ sudo nano /etc/bind/db.ink
;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL    604800
@       IN      SOA     inkubator.info. root.inkubator.info. (
1500              ; Serial
604800         ; Refresh
86400         ; Retry
2419200         ; Expire
604800 )       ; Negative Cache TTL
;
@       IN      NS      inkubator.info.
@       IN      A       192.168.20.6
@       IN      AAAA    ::1
ns      IN      CNAME   inkubator.info.
www     IN      CNAME   ns
mirror  IN      CNAME   ns
7.  edit juga file  /etc/bind/db.192
;
; BIND reverse data file for local loopback interface
;
$TTL    604800
@       IN      SOA     inkubator.info. root.inkubator.info. (
2         ; Serial
604800         ; Refresh
86400         ; Retry
2419200         ; Expire
604800 )       ; Negative Cache TTL
;
@       IN      NS      inkubator.info.
6.20.168.192    IN      PTR     inkubator.info.
8. ets jangan lupa edit file /etc/resolv.conf
search inkubator.info
nameserver 192.168.20.6
9. restart bind9
sudo /etc/init.d/bind9 restart
10.    cek dns apakah sudah jalan.
iksan@iksan:~$ nslookup inkubator.info
Server:         192.168.20.6
Address:        192.168.20.6#53
Name:   inkubator.info
Address: 192.168.20.6
11. kalau belum muncul seperti di atas kita tinggal mengedit file di
nano /etc/resolv.conf
search   inkubator.info
nameserver 192.168.20.6
setelah itu tinggal di tes kembali..

Senin, 01 Oktober 2012

Etika Profesi Keguruan



Beberapa etika profesi keguruan meliputi bagaimana guru mampu meningkatkan pelayanannya, meningkatkan pengetahuannya, memberikan arahan dan dorongan kepada anak didiknya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara guru berpakaian dan berbicara serta cara bergaul dengan siswa, teman – temannya serta anggota masyarakatnya. Disamping memiliki etika profesi guru juga harus memilik enam model berfikir.

Enam Model Berfikir
                Guru hanya mempunyai satu tujuan dalam hidup. Dia ingin membuat satu prestasi di dunia dengan mengubah sekolah tempatnya mengajar menjadi sukses dan dijadikan sebagi contoh sekolah yang berprestasi serta bertaraf internasional. Seorang Guru seyogya menjalankan Enam model Berpikir yang berasal dari tulisan Edward de Bono, pelopor dalam pengajaran tentang “berpikir” Enam model berpikir ini mewakili enam cara yang sama sekali berbeda untuk melihat setiap masalah atau situasi,  Jika digabungkan ke Enam model berpikir ini akan menjadi alat yang unggul untuk memulai dengan cepat proses berpikir anda dan dapat meningkatkan enam kali lipat kekuatan otak anda, dengan cara memikirkan situasi dari setiap sudut pandang berikut ini:


  •  Berpikir objektif
  • Berfikir kritis
  • Berfikir positif
  • Berfikir Kreatif
  • Berfikir intuitif
  • Berfikir tentang model

  •  Berfikir Objektif


Berfikir objectif secara logis memeriksa dengan teliti semua fakta, angka, dan informasi objektif lain yang tersedia, megenai sebuah situasi.


  • Berfikir Kritis

Berfikir kritis memerikasa sebuah situasi dengan cermat, mencari setiap masalah yang mungkin, kemunduran, kekurangan, dan konsekuensi negative yang dapat dihubungkan dengan sebuah situasi


  • Berfikir Positif

Berpikir positif meninjau sebuah situasi dari sudut pandang positif dan hanya mencari kemungkinan solusi, peluang, kelebihan, dan keuntungan.


  • Berfikir Kreatif

Berfikir kreatif memproyeksikan solusi kreatif, kombinasi, dan ide yang bisa memperbaiki suatu situasi


  • Berfikir Intuitif

Berfikir intuitif berusaha untuk menyesuaikan dengan reaksi lebih dalam dari situasi, “perasaan terdalam”, bahasa hati, nuansa emosional,firasat, dan tanda – tanda lain dari alam bawah sadar kita. Mereka menjadi sumber penuntun dan pandangan


  • Berfikir Tentang Model

 Berfikir tentang model mengarahkan pikiran dan perasaan anda tentang situasi dan bagaimana model-model tersebut akan mewarnai, menyimpangkan, atau mempengaruhi pikiran tentang suatu situasi

Selain mempunyai kode etik dan enam model berpikir diatas guru juga harus mengoptimalkan perkembangan siswa. Ada beberapa langkah untuk mengoptimalkan perkembangan siswa yaitu sebagai berikut


  • Mendiagnosa kemampuan dan perkembangan siswa

Guru harus mengenal dan memahami siswa dengan baik, memahami tahap perkembangan telah dicapainya, kemampuan – kemampuannya, keunggulan dan kekurangannya, hambatan yang dihadapi serta factor – factor dominan yang mempengaruhinya. Setiap peserta didik sebagai individu mempunyai kemampuan, kecepatan belajar, karakteristik dan problem – problem sendiri, yang berbeda dengan individu lainnya. Perkembangan bagan yang optimal hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan yang diberikan oleh guru, disesuaikan dengan kondisi tersebut.


  • Memilih cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa

Pembelajaran yang betul betul disesuaikan dengan perbedaan individual, dan untuk mendapatkan pelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa harus dilakukan dengan pendekatan yang individual agar proses belajar mengajar tidak menjadi membosankan di dalam kelas


  • Kegiatan Pembibingan

Pemilihan dan penggunaan metode dan media yang bervariasi tidak sendirinya akan mengoptimalkan perkembangan siswa. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian dorongan bantuan, pengawasan, pengarahan, dan bimbingan dari guru. Pembimbingan ini diberikan pada saat pembelajaran, atau di luar kegiatan pembelajaran. Jadilah Guru yang kreatif dan penuh dengan keteguhan, kesabaran dalam mendidik murid-muridnya karena mereka inilah yang akan menjadi generasi penerus bangsa dan mampu melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dalam menjalankan roda pemerintahan.